Tips Mencuci Baju Berbahan Knit Agar Tidak Melar dan Tetap Stylish
Baju berbahan knit atau rajut telah menjadi salah satu item fashion yang wajib ada di lemari pakaian, terutama bagi Anda yang menyukai gaya aesthetic, preppy, maupun kasual yang nyaman. Mulai dari kardigan oversized, sweater, vest, hingga knit dress, bahan ini menawarkan kehangatan sekaligus tekstur yang unik untuk menunjang penampilan. Namun, di balik kenyamanan dan keindahannya, bahan knit memiliki “musuh” utama: perawatan yang salah.
Banyak orang merasa frustrasi karena baju knit kesayangan mereka berubah bentuk hanya setelah satu atau dua kali pencucian. Masalah yang paling umum terjadi adalah baju menjadi melar (terlalu panjang atau lebar), menyusut drastis, hingga serat benang yang brudul (pilling). Tidak seperti bahan katun biasa, struktur rajutan terbentuk dari jalinan benang yang longgar, membuatnya sangat sensitif terhadap tarikan, suhu air, dan gravitasi saat basah.
Jika Anda ingin koleksi baju rajut Anda tetap awet bertahun-tahun seperti baru, Anda tidak boleh memperlakukannya sama dengan kaos oblong. Berikut adalah panduan lengkap dan 5 tips mencuci baju berbahan knit agar tidak melar yang wajib Anda ketahui.
Mengapa Bahan Knit Mudah Melar?
Sebelum masuk ke tips pencucian, penting untuk memahami karakteristik bahan ini. Bahan knit dibuat dengan cara mengaitkan benang menjadi serangkaian loop. Fleksibilitas inilah yang membuat baju rajut nyaman dan bisa meregang mengikuti bentuk tubuh.
Namun, fleksibilitas ini ibarat pedang bermata dua. Ketika serat benang basah, ia menjadi lebih berat dan ikatan antar serat menjadi lebih lemah. Jika Anda menariknya, memerasnya dengan keras, atau menggantungnya saat basah, gravitasi akan menarik air ke bawah, menyebabkan loop benang memanjang secara permanen. Inilah penyebab utama mengapa lengan sweater Anda tiba-tiba menjadi sangat panjang atau bagian bawah baju menjadi bergelombang.
Tips Utama Mencuci Baju Knit Agar Tidak Melar
Berikut adalah langkah-langkah krusial yang harus Anda terapkan dalam rutinitas mencuci pakaian rajut Anda:
- Prioritaskan Mencuci dengan Tangan (Hand Wash Only)
Tips pertama dan yang paling fundamental adalah hindari mesin cuci sebisa mungkin. Meskipun mesin cuci modern memiliki fitur “Delicate” atau “Hand Wash”, putaran mesin (agitasi) tetap berisiko merusak struktur rajutan. Gesekan dengan pakaian lain di dalam tabung bisa menyebabkan benang tersangkut atau memicu timbulnya bulu-bulu halus (pilling).
Cara Mencuci Manual yang Benar:
Siapkan baskom berisi air dingin atau air bersuhu ruangan (room temperature). Hindari air panas karena suhu tinggi dapat merusak serat (terutama jika knit mengandung bahan wol) dan menyebabkan penyusutan instan.
Rendam baju knit selama 10-15 menit saja. Jangan merendam terlalu lama karena akan membuat serat terlalu lunak dan rapuh.
Kucek dengan sangat lembut. Fokuslah pada area yang biasanya berkeringat seperti ketiak dan leher. Jangan menggilas atau menyikat baju knit karena akan merusak teksturnya secara permanen.
- Gunakan Deterjen Khusus atau Sampo Bayi
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah penggunaan deterjen bubuk yang keras atau deterjen yang mengandung pemutih. Residu deterjen bubuk seringkali tertinggal di sela-sela rajutan dan bisa membuat serat menjadi kasar dan gatal di kulit.
Rekomendasi:
Gunakan deterjen cair yang diformulasikan untuk bahan halus (delicate clothes).
Jika tidak memilikinya, sampo bayi adalah alternatif terbaik. Sampo bayi memiliki formula pH yang seimbang dan lembut, sehingga mampu membersihkan kotoran tanpa menghilangkan minyak alami pada serat benang (terutama untuk rajutan berbahan wol atau kasymir). Hal ini akan menjaga baju tetap lembut dan tidak kaku setelah kering.
Hindari penggunaan pelembut pakaian (softener) secara berlebihan. Pada beberapa jenis bahan sintetik knit, softener justru bisa memicu timbulnya bulu-bulu halus.
- Teknik “Tekan”, Bukan “Peras” (The Towel Method)
Ini adalah poin di mana kebanyakan kerusakan terjadi. Setelah dibilas bersih, naluri kita biasanya adalah memeras baju sekuat tenaga untuk mengeluarkan air. Jangan pernah memeras baju knit dengan cara dipelintir. Memelintir baju knit yang basah akan mematahkan serat benang dan mengubah bentuk baju secara drastis (misalnya menjadi miring atau panjang sebelah).
Terapkan Metode Handuk (The Towel Roll Method):
Setelah dibilas, tekan-tekan baju perlahan ke dinding baskom untuk mengeluarkan sisa air utama.
Bentangkan handuk mandi bersih yang kering di atas permukaan datar (lantai atau meja).
Letakkan baju knit yang basah di atas handuk tersebut dalam posisi datar.
Gulung handuk bersama dengan baju tersebut seperti Anda menggulung bolu gulung (swiss roll).
Tekan-tekan gulungan tersebut agar air dari baju menyerap ke handuk.
Buka gulungan. Baju Anda kini sudah dalam kondisi lembap (tidak basah kuyup) tanpa perlu diperas kasar.
- Jemur Secara Mendatar (Flat Drying)
Musuh terbesar baju knit basah adalah gravitasi. Jika Anda menjemur baju knit basah menggunakan gantungan (hanger) atau menjepitnya di tali jemuran secara vertikal, berat air akan menarik baju ke bawah. Hasilnya? Baju menjadi melar ke bawah dan bagian bahu akan mencetak bentuk hanger (menonjol aneh).
Cara Menjemur yang Tepat:
Cari tempat yang memiliki sirkulasi udara baik namun tidak terkena sinar matahari langsung. Sinar matahari terik bisa memudarkan warna benang.
Gunakan rak jemuran datar (drying rack). Letakkan baju knit di atasnya secara horizontal.
Sambil meletakkannya, “bentuk kembali” (reshape) baju Anda. Rapikan bagian lengan, kerah, dan ujung baju ke bentuk aslinya.
Biarkan mengering secara alami oleh angin.
- Penyimpanan: Lipat, Jangan Gantung!
Perawatan baju knit tidak berhenti saat baju sudah kering. Cara Anda menyimpannya di lemari juga menentukan keawetan bentuknya. Jangan pernah menggantung baju berbahan knit (terutama yang berat seperti chunky knit) menggunakan hanger di dalam lemari.
Seiring berjalannya waktu, gravitasi akan menarik rajutan ke bawah, membuat baju menjadi lebih panjang dan kehilangan bentuk aslinya. Selain itu, hanger akan meninggalkan bekas “tonjolan” permanen di bagian bahu yang sulit dihilangkan.
Solusi:
Selalu lipat baju knit Anda dengan rapi.
Simpan di laci atau tumpuk di rak lemari.
Untuk menjaga agar tumpukan tidak roboh dan baju tetap harum, Anda bisa menyisipkan kertas tisu atau silica gel di antara lipatan untuk menyerap kelembapan lemari, mencegah jamur yang sering menyerang bahan kain tebal.
Bonus: Bagaimana Jika Baju Sudah Terlanjur Melar?
Apakah baju knit kesayangan Anda sudah terlanjur melar atau menyusut? Jangan buru-buru membuangnya. Anda bisa mencoba teknik Blocking.
Rendam baju dalam air hangat yang dicampur sedikit kondisioner rambut (ini membantu melemaskan serat).
Lakukan metode gulung handuk untuk mengurangi air.
Bentangkan baju di atas handuk kering pada permukaan datar.
Tarik perlahan-lahan baju tersebut ke bentuk dan ukuran yang diinginkan.
Gunakan jarum pentul (pins) untuk menahan pinggiran baju pada handuk/alas busa agar tetap pada bentuk tersebut.
Biarkan hingga benar-benar kering. Serat benang akan “mengingat” bentuk baru ini setelah kering.
Kesimpulan
Mencuci baju berbahan knit memang membutuhkan usaha ekstra (extra effort) dibandingkan mencuci kaos katun biasa. Namun, meluangkan waktu sedikit lebih banyak untuk mencuci manual dan menjemur dengan teknik flat dry adalah investasi jangka panjang.
Dengan menerapkan 5 tips di atas—mulai dari menghindari mesin cuci, memilih deterjen yang tepat, tidak memeras, menjemur mendatar, hingga cara penyimpanan yang benar—Anda bisa memastikan koleksi knitwear Anda tetap cantik, tidak melar, dan nyaman dipakai hingga bertahun-tahun mendatang. Ingat, fashion yang bagus bukan hanya soal brand, tapi soal bagaimana Anda merawatnya.
Selamat mencoba tips ini di rumah dan selamatkan baju rajut kesayangan Anda dari kerusakan!
Follow Us on
https://www.instagram.com/whitecornerindonesia/?next=%2F
https://www.facebook.com/profile.php?id=61567855842536
https://Whitecornerindonesia.Com
https://x.com/IndonesiaW6947
http://www.youtube.com/@WhiteCornerIndonesia
@whitecornerindone
https://www.linkedin.com/…/sofia-alatas-indonesia…/
#whitecornerindonesia #whitecornerindonesia.com #Indonesiawhitecorner #tipsandtricks #tipsfashion #artikelfashion #Bajufashionmodern
#TipsMencuci #BajuKnit #PerawatanBaju #FashionHacks #TipsLaundry #KnitwearCare #BajuRajut #LifeHacksIndonesia #OOTDHotd #TipsRumahTangga #OutfitInspirasi #HijabFashion #PerawatanPakaian #TipsIbuRumahTangga #KnitwearStyle

Leave a Reply