Tips Layering Pakaian di Musim Hujan
Musim hujan seringkali membawa dilema tersendiri dalam urusan gaya berbusana, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Di satu sisi, udara bisa menjadi sangat dingin dan berangin, membuat kita ingin memakai baju setebal mungkin. Namun di sisi lain, kelembapan udara yang tinggi atau transisi cuaca yang tiba-tiba panas bisa membuat tubuh cepat berkeringat dan merasa gerah.
Lalu, bagaimana cara menyiasati cuaca yang serba tidak menentu ini tanpa harus mengorbankan penampilan? Jawabannya ada pada teknik layering atau menumpuk pakaian.
Layering bukan sekadar memakai baju berlapis-lapis secara asal. Jika salah langkah, Anda justru akan terlihat bervolume, menumpuk, dan seperti “kuntilanak” atau manusia salju. Layering adalah seni memadukan berbagai potong pakaian dengan cerdas sehingga fungsional (menghangatkan) sekaligus stylish (sedap dipandang).
Berikut adalah 5 tips jitu layering pakaian di musim hujan agar Anda tetap tampil chic, modis, dan tentunya bebas masuk angin!
- Mulai dengan “Base Layer” yang Tepat dan Menyerap Keringat
Kunci utama dari layering yang sukses di iklim tropis terletak pada lapisan paling dasar (base layer) atau pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit Anda. Banyak orang melakukan kesalahan dengan memakai pakaian berbahan tebal sebagai lapisan pertama, yang pada akhirnya membuat mereka kegerahan saat berada di dalam ruangan atau saat hujan mereda.
Pilih Bahan yang “Bernapas”
Pastikan lapisan pertama Anda terbuat dari bahan yang ringan, menyerap keringat, dan memiliki sirkulasi udara yang baik (breathable). Kaos berbahan katun 100%, manset rayon, atau kemeja linen tipis adalah pilihan yang sangat ideal. Bahan-bahan ini memastikan kulit Anda tetap bisa bernapas meskipun tertutup oleh beberapa lapis pakaian di luarnya.
Hindari Kerah Tinggi yang Ketat
Kecuali cuaca sedang sangat ekstrem, hindari menggunakan turtleneck berbahan tebal sebagai base layer. Jika Anda merasa kepanasan, akan sangat sulit untuk melepas lapisan dasar ini. Pilihlah atasan dengan kerah O-neck atau V-neck standar.
- Pahami Aturan Proporsi dan Siluet Tubuh
Tantangan terbesar dalam layering adalah menghindari kesan tubuh yang terlihat lebih gemuk atau “tenggelam” dalam tumpukan kain. Untuk mencegahnya, Anda harus pintar bermain dengan proporsi.
Keseimbangan Longgar dan Ketat (Loose and Fitted)
Rumus emasnya adalah: jika atasan Anda sudah bervolume atau bertumpuk, pastikan bawahan Anda lebih pas badan (fitted). Misalnya, Anda memadukan kemeja, vest rajut, dan jaket oversized. Untuk menyeimbangkannya, gunakan celana skinny jeans, legging tebal, atau celana slim-fit. Sebaliknya, jika Anda memakai celana kulot lebar, pastikan atasan yang di-layer tidak terlalu panjang dan tebal.
Bermain dengan Panjang Pakaian
Ciptakan dimensi yang menarik dengan memadukan pakaian yang memiliki panjang berbeda. Anda bisa memakai kemeja panjang yang menutupi pinggul, lalu melapisinya dengan cropped sweater (baju hangat potongan pendek) di bagian luar. Ujung kemeja yang mengintip dari bawah sweater akan memberikan detail gaya yang sangat stylish dan kekinian.
- Pilih “Outerwear” (Luaran) yang Fungsional Namun Estetik
Luaran atau outerwear adalah bintang utama dari gaya layering Anda di musim hujan. Luaran inilah yang pertama kali dilihat orang dan berfungsi sebagai tameng utama dari angin dan percikan air.
Jaket Kulit (Leather Jacket) untuk Kesan Edgy
Jaket kulit adalah investasi fashion yang sempurna untuk musim hujan. Sifatnya yang tahan angin dan tahan percikan air ringan membuatnya sangat fungsional. Padukan jaket kulit dengan kaos polos dan jeans untuk gaya casual, atau padukan di atas dress midi untuk tampilan yang lebih feminin namun tegas.
Trench Coat atau Parka Tipis
Untuk tampilan yang lebih rapi atau gaya kantoran, trench coat berbahan katun gabardin atau jaket parka tipis adalah pilihan yang elegan. Pilih warna-warna netral seperti beige, navy, atau olive green. Pastikan ukurannya pas di bahu agar Anda tidak terlihat seperti memakai mantel kedodoran.
Hindari Jaket Berbulu Tebal
Simpan mantel bulu atau jaket puffer yang sangat tebal untuk liburan musim dingin ke luar negeri. Di iklim tropis, jaket seperti itu terlalu berlebihan dan tidak praktis saat harus beraktivitas di musim hujan.
- Bereksperimen dengan Tekstur dan Motif Kain
Gaya layering akan terlihat monoton jika Anda hanya menggunakan bahan yang sama dari dalam hingga luar (misalnya, katun ditumpuk katun). Kunci agar layering terlihat “mahal” dan dirancang oleh profesional adalah perpaduan tekstur.
Kombinasikan Bahan yang Kontras
Cobalah menabrakkan tekstur yang berbeda. Misalnya, padukan kemeja sutra yang halus dengan kardigan rajut (chunky knit) yang bertekstur kasar. Atau, padukan rok plisket berbahan chiffon dengan jaket denim yang kaku. Perbedaan tekstur ini memberikan kedalaman visual (visual depth) yang membuat outfit Anda tidak membosankan.
Beri Sentuhan Motif Secara Halus
Jika lapisan luar dan celana Anda sudah berwarna polos, jadikan lapisan tengah (middle layer) sebagai pusat perhatian dengan motif yang menarik. Misalnya, menggunakan kemeja motif garis-garis (stripes) atau kotak-kotak (plaid) di balik sweter polos yang resleting atau kancingnya dibiarkan setengah terbuka.
- Jangan Lupakan Alas Kaki dan Aksesoris Cerdas
Sebagus apa pun layering pakaian Anda, semuanya akan sia-sia jika Anda salah memilih alas kaki di musim hujan.
Selamat Tinggal Sepatu Kanvas dan Suede
Bahan kanvas dan suede adalah musuh utama genangan air. Selain cepat basah, bahan ini juga mudah rusak dan meninggalkan noda permanen. Beralihlah ke sepatu berbahan kulit asli atau kulit sintetis. Sepatu boots semata kaki (ankle boots), loafers berbahan kulit tebal, atau sneakers dengan sol platform tinggi adalah pilihan yang aman untuk menjaga kaki tetap kering.
Aksesoris Pelengkap: Scarf dan Payung
Scarf atau syal tidak hanya berfungsi menghangatkan leher, tapi juga bisa menjadi elemen layering yang manis. Anda bisa melilitkannya dengan gaya simpel di leher atau membiarkannya menjuntai di balik jaket.
Terakhir, jadikan payung sebagai bagian dari fashion statement Anda. Pilihlah payung transparan bergaya minimalis atau payung dengan warna solid yang senada dengan outfit Anda hari itu.
Kesimpulan
Musim hujan bukanlah halangan untuk tampil modis. Dengan menguasai teknik layering, Anda memiliki fleksibilitas tinggi untuk menyesuaikan pakaian dengan perubahan suhu yang tidak menentu. Mulailah dari bahan dasar yang menyerap keringat, perhatikan keseimbangan proporsi tubuh, pilih luaran yang tepat, dan beranilah bermain dengan berbagai tekstur kain.
Ingat, kenyamanan adalah yang utama. Gaya layering yang baik harus memungkinkan Anda bergerak bebas dan tidak merasa tercekik. Mulailah berlatih memadupadankan koleksi pakaian di lemari Anda, dan jadikan cuaca mendung sebagai alasan untuk tampil lebih stylish dari biasanya!
Follow Us on
https://www.instagram.com/whitecornerindonesia/?next=%2F
https://www.facebook.com/profile.php?id=61567855842536
https://Whitecornerindonesia.Com
https://x.com/IndonesiaW6947
http://www.youtube.com/@WhiteCornerIndonesia
@whitecornerindone
https://www.linkedin.com/…/sofia-alatas-indonesia…/
#whitecornerindonesia #whitecornerindonesia.com #Indonesiawhitecorner #tipsandtricks #tipsfashion #artikelfashion #Bajufashionmodern
#TipsFashion #LayeringPakaian #MusimHujan #FashionMusimHujan #OOTDMusimHujan #GayaCasual #TipsBerpakaian #LayeringStyle #OuterwearWanita #FashionTipsIndonesia #MixAndMatch #RainyDayOutfit #StyleInspiration #HijabLayering #Knitwear

Leave a Reply