Fashion Tips untuk Ibu Menyusui agar Tetap Stylish dan Nyaman
Menjadi seorang ibu baru adalah fase kehidupan yang penuh kebahagiaan, namun juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam hal penampilan. Seringkali, ibu menyusui (busui) merasa harus mengorbankan gaya demi kemudahan akses menyusui si kecil. Baju daster yang longgar atau kemeja kancing depan yang itu-itu saja sering menjadi “seragam” wajib sehari-hari. Padahal, keinginan untuk tampil modis dan percaya diri tidak lantas hilang setelah melahirkan.
Faktanya, tampil stylish saat menyusui bukan hanya soal estetika, tapi juga tentang self-love. Saat Anda merasa nyaman dan cantik dengan apa yang Anda kenakan, suasana hati (mood) akan membaik, dan hormon oksitosin (hormon cinta yang melancarkan ASI) pun akan mengalir lebih deras.
Di tahun 2026 ini, tren fashion semakin inklusif dan praktis. Anda tidak perlu lagi membeli baju khusus menyusui yang mahal untuk tampil keren. Dengan sedikit kreativitas mix and match, Anda bisa menciptakan gaya “Busui Friendly” yang chic dan tetap fungsional. Berikut adalah 5 fashion tips untuk ibu menyusui agar tetap stylish dan nyaman di segala suasana.
- Kuasai Teknik Layering (Tumpuk Pakaian)
Teknik layering atau menumpuk pakaian adalah “senjata rahasia” paling ampuh bagi ibu menyusui. Teknik ini tidak hanya membuat penampilan Anda terlihat lebih effortless dan berdimensi, tetapi juga memberikan akses menyusui yang diskrit (tertutup) tanpa perlu menggunakan apron atau penutup menyusui tambahan.
Cara Melakukannya:
Konsep dasarnya adalah “Dua Arah” (Two-Up/Two-Down method). Gunakan tank top atau kamisol yang elastis sebagai lapisan dalam, lalu tumpuk dengan atasan yang lebih longgar (crop top, sweater, atau kaos oversized) di bagian luar.
Akses Mudah: Saat hendak menyusui, Anda cukup menarik atasan luar ke atas, dan menurunkan leher tank top dalam ke bawah. Dengan cara ini, bagian perut dan punggung Anda tetap tertutup kain tank top, sehingga Anda bisa menyusui dengan nyaman di tempat umum tanpa takut terekspos.
Inspirasi Gaya: Padukan inner menyusui polos dengan knitted vest (rompi rajut) yang sedang tren, atau gunakan kemeja flanel yang kancingnya dibuka sebagai outer. Untuk tampilan ke kantor, Anda bisa menggunakan blazer di atas kaos polos yang nyaman.
- Investasi pada “Busui Friendly” Basics yang Tidak Terlihat Seperti Baju Hamil
Dulu, baju menyusui identik dengan model yang kuno atau memiliki ritsleting besar yang terlihat jelas di dada. Kini, banyak brand lokal yang merilis koleksi “Busui Friendly” dengan desain yang sangat modern dan tersembunyi (hidden access).
Pilih Potongan yang Cerdas:
Kemeja Oversized (Boyfriend Shirt): Ini adalah item wajib punya. Kancing depan memberikan akses termudah. Agar tidak terlihat “tenggelam”, gulung lengan kemeja hingga siku dan masukkan sedikit bagian depan baju ke dalam celana (french tuck).
Wrap Dress/Top: Baju model lilit (wrap) dengan potongan leher V (V-neck) sangat memudahkan proses menyusui. Tinggal longgarkan sedikit talinya, dan akses pun terbuka. Selain itu, model wrap ini sangat efektif menyamarkan perut pasca melahirkan dan menonjolkan garis pinggang, membuat tubuh terlihat lebih ramping.
Bukaan Samping Tersembunyi: Cari atasan kaos atau tunik yang memiliki bukaan celah di samping kanan-kiri payudara. Biasanya bukaan ini tertutup oleh lapisan kain (layer) sehingga terlihat seperti baju biasa.
- Prioritaskan Bahan Alami yang Adem (Breathable)
Kenyamanan adalah kunci utama. Ibu menyusui memiliki metabolisme yang lebih tinggi dan sering melakukan kontak fisik (skin-to-skin) dengan bayi, sehingga suhu tubuh cenderung lebih panas dan mudah berkeringat. Salah pilih bahan bisa membuat Anda dan bayi menjadi rewel karena gerah.
Bahan Terbaik untuk Busui:
Katun (Cotton): Juara segala jenis kain. Katun menyerap keringat dengan sangat baik dan lembut di kulit bayi yang sensitif. Hindari katun yang terlalu kaku agar tidak lecek saat ditarik-tarik.
Rayon Viscose: Bahan ini sangat populer di Indonesia karena sifatnya yang “jatuh”, dingin, dan sejuk di kulit. Rayon sangat cocok untuk dress rumah atau gamis santai.
Linen: Untuk tampilan yang lebih chic dan earthy, linen adalah pilihan tepat. Seratnya kuat namun memiliki sirkulasi udara yang sangat baik. Linen yang sedikit kusut justru memberikan kesan estetika natural yang mewah.
Bambu (Bamboo Fiber): Ini adalah bahan premium yang antibakteri, sangat lembut, dan memiliki daya serap tinggi. Sangat direkomendasikan untuk pakaian dalam atau inner menyusui.
Hindari bahan polyester atau satin tebal untuk pemakaian sehari-hari karena cenderung menahan panas tubuh.
- Aksesoris Sebagai Penyelamat Gaya dan Fungsi
Siapa bilang ibu menyusui tidak bisa memakai aksesoris? Justru, aksesoris bisa menjadi statement yang mengubah tampilan baju menyusui yang “biasa saja” menjadi luar biasa, sekaligus berfungsi ganda.
Syal atau Scarf Lebar
Syal bukan hanya pemanis leher. Saat menyusui di tempat umum yang ramai, syal lebar bisa difungsikan sebagai penutup (nursing cover) yang stylish. Pilihlah syal dengan motif abstrak atau warna cerah untuk menghidupkan outfit polos Anda.
Kalung Teething (Nursing Necklace)
Bayi yang mulai aktif seringkali menjambak rambut atau menarik baju ibu saat menyusui. Teething necklace adalah kalung yang terbuat dari bahan silikon food grade atau kayu alami yang aman digigit bayi. Bentuknya kini sangat modis, menyerupai kalung batu alam atau manik-manik boho. Ini membuat Anda tetap tampil gaya sekaligus mengalihkan perhatian tangan si kecil agar fokus pada kalung, bukan kerudung atau rambut Anda.
Tas Selempang (Crossbody Bag)
Lupakan tote bag yang harus dijinjing terus-menerus. Tas selempang membuat kedua tangan Anda bebas (hands-free) untuk menggendong atau mendorong stroller. Pilih tali tas yang lebar agar tidak menyakitkan bahu saat membawa perlengkapan bayi yang berat.
- Jangan Lupakan Fondasi: Bra Menyusui yang Tepat
Tips fashion paling krusial justru ada pada apa yang tidak terlihat, yaitu pakaian dalam. Memakai baju sekeren apa pun akan percuma jika bra yang Anda kenakan tidak mendukung atau sulit dibuka.
Tips Memilih Nursing Bra:
Klip yang Mudah Dibuka Satu Tangan: Pastikan klip pengait pada cup bra bisa dibuka dan ditutup hanya dengan satu tangan (one-hand release). Ingat, satu tangan Anda yang lain akan sibuk menopang bayi.
Tanpa Kawat (Wireless): Untuk kenyamanan dan kesehatan payudara (mencegah saluran ASI tersumbat/mastitis), disarankan menggunakan bra tanpa kawat, terutama di bulan-bulan awal menyusui.
Bahan Melar (Stretchy): Ukuran payudara akan berubah-ubah sepanjang hari (membesar sebelum menyusui, mengecil setelahnya). Pilih bra dengan bahan spandex atau microfiber yang bisa menyesuaikan bentuk payudara Anda.
Kesimpulan: Nyaman adalah Kunci Percaya Diri
Perjalanan menyusui adalah momen singkat yang sangat berharga. Jangan biarkan rasa tidak percaya diri karena penampilan menghalangi Anda menikmati momen ini. Anda tidak perlu merombak seluruh isi lemari; cukup tambahkan beberapa item kunci seperti kemeja kancing, tank top menyusui, dan outer yang nyaman.
Ingatlah bahwa definisi stylish bagi ibu menyusui adalah kombinasi antara estetika dan fungsi. Ketika pakaian Anda memudahkan Anda memberikan hak si kecil (ASI) kapan saja dan di mana saja tanpa rasa risih, itulah puncak dari gaya seorang ibu yang sesungguhnya.
Selamat memadupadankan gaya, Moms! Tetaplah bersinar dan menginspirasi.
Follow Us on
https://www.instagram.com/whitecornerindonesia/?next=%2F
https://www.facebook.com/profile.php?id=61567855842536
https://Whitecornerindonesia.Com
https://x.com/IndonesiaW6947
http://www.youtube.com/@WhiteCornerIndonesia
@whitecornerindone
https://www.linkedin.com/…/sofia-alatas-indonesia…/
#whitecornerindonesia #whitecornerindonesia.com #Indonesiawhitecorner #tipsandtricks #tipsfashion #artikelfashion #Bajufashionmodern
#FashionIbuMenyusui #TipsBusui #OOTDBusui #BusuiFriendly #BajuMenyusuiStylish #GayaIbuMuda #NursingWearIndonesia #TipsFashionIbu #BusuiLife #MixAndMatchBusui #BajuMenyusuiNyaman #InspirasiOOTDBusui #HijabBusuiFriendly #IbuMenyusuiModis #OutfitIbuMenyusui

Leave a Reply